Oktober 23, 2009
Hampir 3 bulan ini saya menggunakan Smart Phone keluaran produsen dari negeri Ginseng, yakni Samsung C6625. Alasan kenapa saya memilih model ini karena di jajaran produk Smart Phone, model ini termasuk yang termurah harganya, yakni Rp. 2.5 Juta.
Dengan harga segitu sederet fasilitas sudah bisa dapatkan. Mulai dari Qwerty, HSDPA, Camera 2mp, Windows Mobile, GPS ready. Buat saya, perbandingan antara harga dan fitur, cukup menguntungkan konsumen.
Dan setelah saya pakai sekitar 3 bulan ini, yang paling mengesankan adalah keyboardnya yang nyaman dipakai. Saking enaknya, terkadang saya lupa kalau sms dibatasi hanya 160 sms saja.
Yang menjadi masalah adalah batereinya. Hampir setiap hari saya harus mengisi ulang. Cukup boros bahkan mungkin sangat boros kalau boleh dbilang seperti itu.
Saya tidak tahu kenapa bisa begitu. Ada teman bilang, kalau memakai Windows Mobile memang begitu? Benarkah seperti itu? Ada juga yang menganalisa karena saya terlalu sering mengakses internet.
Satu lagi yang membuat kurang nyaman adalah jika membuka satu aplikasi dan kemudian kita selesai tidak ada fungsi exit atau keluar dari aplikasi tersebut. Ada tombol untuk menutup, tetapi tidak sepenuhnya tertutup, tetapi masih tetap berjalan. Bisa kita lihat di Task Manager. Dan jalan keluarnya saya End Task lewat Task Manager.
Oktober 22, 2009
Adakah hubungan antara keduanya? Secara logika, mungkin tidak terlihat atau bahkan memang tidak ada hubungannya. Tapi benarkah?
Dari pengalaman selama ini, jika di hari itu saya menulis status Facebook dengan nada negatif, entah kenapa sepanjang hari itu saya sering mendapatkan kesialan.
Begitu juga sebaliknya, jika nada status saya positif, keberuntungan banyak hinggap. Mungkinkah status tersebut saat saya ketik, secara tidak langsung berpengaruh dengan pola pikir kita saat itu? Sehingga aktivitas kita terpengaruh dengan pikiran kita saat itu.
Saya jadi teringat, nasihat untuk tetap berpikiran positif apapun kejadiaanya. Khusnunzdon, Berbaik sangka, mungkin begitu kata yang tepat.
Jujur saja, efek dari itu semua, sekarang saya jadi hati-hati menuliskan status Facebook saya. Tetap berpikiran positif!
Oktober 8, 2009
Seorang teman tempo hari meminjamkan sebuah buku yang selama ini saya cari-cari, yakni Al-Hikam. Belum banyak yang saya baca. Tetapi dari sekian yang saya baca, ada bagian yang menarik, dan terus terngiang di pikiran.
Bahwa kita seringkali sibuk dengan apa yang sebenarnya telah dijaminkan untuk kita olehNya, tetapi melupakan kewajiban sebagai manusia.
Terus terang saya jadi teringat kembali apa yang telah saya lakukan selama ini. Tidak jauh berbeda dengan ungkapan tersebut diatas. 24 jam waktu yang ada 50% lebih buat ngurusin pekerjaan, belum hal duniawi yang lain. Duh….
Dilemanya adalah bahwa kita dituntut berusaha untuk mengubah nasib kita. Bukan siapa-siapa. Kita harus mengejar apa yang sudah dijaminkan untuk kita. Kalau tidak kita kejar, bisa jadi apa yang sudah dijaminkan tersebut tidak akan sampai ke kita.
Disisi lain, kita mempunyai sederet kewajiban kepadaNya. Dan itu sering terlupakan ditengah kesibukan keseharian kita.
Kejar Apa Yang Telah Dijanjikan
Ingat Dan Kerjakan Apa Yang Diwajibkan
September 6, 2008
Kira-kira 3 hari lalu, ada sebuah amplop warna kuning tergeletak di meja kerja saya. Ada sebuah logo bank swasta disitu. Wah surat dari Bank Niaga Nih. Ada apa gerangan ya?
Secara rutin memang surat semacam itu acap kali saya terima dari Bank-bank dimana saya menjadi nasabahnya. Mulai dari urusan kartu kredit, hingga masalah KPR.
Saya dari dulu sebenarnya tidak pernah berurusan dengan Bank Niaga. Baru saat saya membeli rumah secara kredit, saya bersentuhan dengan bank ini. Dan sejak itu pula ada saja telpon yang menawarkan beberapa produknya ke saya. Ada yang saya ambil dan tidak sedikit pula yang saya tolak.
Kembali ke masalah amplop tadi, pikiran saya langsung tertuju, mungkin masalah tagihan kartu kredit, tapi kok tipis ya? Terjawablah sudah, setelah amplopnya terbuka. Kira-kira isinya sebagai berikut
… efektif tanggal 11/8/200 bunga pinjaman bapak menjadi sebagai berikut, kondisi sekarang 11.9% Anuitas menjadi 12.4% Anuitas….
Deg…. bukannya dua bulan lalu saya sudah mendapat pemberitahuan kenaikan bunga pinjaman? Sekarang naik lagi? Oh shit maan …..
Dasar rentenir..
Gila, begitu cepatnya Bank Niaga menaikkan suku bunga pinjaman, seiring dengan kenaikan BI Rate dari 8.75% di awal July menjadi 9% di 5 Agustus. Padahal diawal September ini bunga sudah naik lagi menjadi 9.25%. Wah berarti akan ada surat lagi nih dari Bank Niaga.
Ya, itulah kerakusan rentenir seperti Bank Niaga, dan juga bank-bank yang lain. Begitu cepat mereka MENAIKKAN BUNGA PINJAMAN untuk MERESPON KENAIKAN BI RATE, tetapi BANK NIAGA akan SANGAT LAMBAT MENURUNKAN SUKU BUNGA saat BI RATE TURUN!
Kalau ditarik mundur kebelakang, ini efek dari KEBIJAKAN MENAIKKAN HARGA BBM oleh SBY-JK, disaat KENAIKAN HARGA MINYAK DUNIA. Yang berujung pada kenaikan semua harga, enggak perduli harga apa saja. Naiik semua. Jadinya ya Inflasinya melonjak.
Dan SBY-JK BERTINDAK SAMA seperti RENTENIR tadi, saat HARGA MINYAK DUNIA TURUN harga BBM di Indonesia tetap diposisinya. Entah apa yang dipikirkan SBY-JK melihat ini.
TURUN akhirnya menjadi KATA TABU BAGI sebagian orang INDONESIA
Agustus 30, 2008
Women have abandoned the feminist dream of equality to seek a more traditional role – and want men to be more ‘retrosexual’ than ‘metrosexual’, according to research.
read more | digg story
Agustus 30, 2008
Barack Obama’s acceptance speech at the Democratic National Convention was seen by more than 38 million people (not including C-Span and PBS)… Nearly 4 million people more than Olympic Opening Ceremonies.
read more | digg story