Articles

Wanita Karir (2)

In Working on Mei 17, 2006 by nonblogs

Lanjutan Wanita karir …

Istri
Wanita karir jelas tidak bisa melepaskan peran sebagai istri (hal ini tidak berlaku bagi yang belum maupun tidak menikah). Peran sebagai istri ini jelas sangat vital. Sehebat apapun seorang lelaki atau suami, yang begitu dibutuhkan saat tiba dirumah adalah kasih sayang seorang istri. Bentuk kasih sayang itu bisa berupa makanan yang telah tersedia saat suami telah tiba dirumah, wajah yang ceria dan badan yang bersih, pendengar yang baik saat suami berkeluh kesah atau berbagi keceriaan. Atau seorang konsultan yang baik saat suami membutuhkan pertimbangan. Segarang apapun seorang suami di luar rumah, dia seakan menjadi seorang anak-anak yang membutuhkan kasih sayang. Bahkan ibu-ibu yang mempunyai seorang anak, saat ditanya,

“Berapa putranya jeng?”
“ Ada dua”
“Dua?”
“Iya dua. Yang satu lagi kan bayi tua alias bapaknya”

Sekarang coba anda bayangkan, jika anda seorang wanita karir yang sibuk, dan tiba di rumah paling cepat jam tujuh malam. Apa yang anda bawa pulang ke rumah?
Pekerjaan yang tertunda di kantor?
Suasana yang murung karena habis bos marah?
Atau bayangan klien anda yang tampan?

Yang pasti adalah anda membawa tenaga yang tersisa ke rumah. Bukan tenaga yang prima. Bukan waktu utama. Dan pada saat yang sama suami anda pulang dengan keadaan yang sama pula. Yang terjadi adalah anda pulang terus mandi, makan, terus istirahat untuk tidur. Dan suami anda?

Ya… sama!

Dan besok paginya, hal yang terjadi kemarin akan terulang dan terulang. Kapan anda akan menikmati kehidupan sebagai seorang istri? Yang anda perankan adalah peran seorang wanita lajang. Bukan seorang istri.

Ibu
Jika anda seorang ibu, apa yang anda rasakan saat ananda tercinta memanggil pembantu anda yang setiap saat mendampingi ananda di rumah, dipanggil dengan panggilan mama?

Jangan salahkan anak anda kalau berperilaku demikian. Dunia anak adalah dunia kejujuran. Jika diibaratkan anak itu sebuah kertas putih, dan tulisan yang tertera diatasnya adalah sebuah noda. Noda itu bukanlah salah sang kertas, tetapi siapa yang menuliskannya.

Dan tahukah anda, bahwa anak-anak itu mengalami masa kanak-kanak itu sekali seumur hidup!. Begitu masa lewat, tidak bisa kita rewind lagi layaknya sebuah kaset. Tidakkah anda akan menyesal melewatkan masa yang paling penting dalam tumbuh kembang seorang manusia?

bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: