Articles

PSSI U-23, The Next Pelita

In Football on Mei 22, 2006 by nonblogs

Sepertinya PSSI tidak pernah berhenti membuat kontroversi. Lebih mending kalau kehebohan itu adalah sesuatu yang baik, misalnya lolos ke putaran final Piala Dunia gitu. Atau juara di Piala Asia. Lha ini malah, kontroversinya malah mengulang hal yang telah gagal di masa yang lalu

Kontroversi itu adalah PSSI akan menghukum pemain yang tidak mau mengikuti pelatnas jangka panjang PSSI U-23 yang akan diadakan di Belanda. Beberapa pemain itu antara lain Boaz Salosa, Maman Abdulrachman, Hamka Hamzah. Usia mereka sebenarnya sudah lebih dari 23 tahun. Tetapi karena ada kuota lima orang, maka mereka ikut dipanggil.

Mereka menolak umumnya karena kompetisi reguler belum selesai, dan mereka adalah pilar masing-masing tim. Jadi bisa dibayangkan, saat kompetisi masuk masa kritis, pilar pemain kok malah dipanggil dan tidak diperbolehkan masuk kembali ke tim semula. Dengan alasan pelatnas jangka panjang yang diadakan di Belanda. Dan juga supaya pemain terjaga kondisinya. Dan pemain yang dipanggil, tim asal akan menerima kompensasi berupa penggantian uang.

Melihat keadaan seperti itu, jadi mengingatkan ke proyek Primavera. Pemain muda dipanggil, dikumpulkan, dilatih di luar negeri. Begitu kembali diharapkan menjadi tulang punggung Timnas PSSI. Masalahnya adalah, katanya sih begitu pulang klub asal pemain mendapat prioritas untuk mendapatkan kembali pemain tersebut. Seandainya tidak ada kesepakatan baru klub lain boleh menawarnya.

Begitu pulang dari pelatnas bisa dipastikan harga pemain akan naik. Akibatnya klub asal berpikir dua kali untuk mendapatkannya. Siapa yang beruntung? Ya klub kaya. Salah satu klub kaya tapi belum terdengar namanya adalah Pelita. Dulu Pelita Jaya, terus nggak jelas juntrungannya dan sekarang sejalan dengan kondisi keuangan Group Bakrie yang semakin mencorong, Pelita coba dibangunkan kembali dan dimulai bukan dari divisi utama. Bahkan bukan dari kota besar. Yakni Karawang.

Melihat PSSI U-23 sekarang, adalah Pelita tanpa pemain Pelita. Dalam arti, semua strukturnya kecuali pemain, adalah tulang punggung Pelita. Ya, Tim Manajer, Pelatih, Penyandang Dana, semua dari Group Bakrie. Jadi kalau dilitarik benang merah semua ini. PSSI U-23 ini adalah The Next Pelita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: