Articles

Anggun yang tak anggun lagi

In Uncategorized on Mei 29, 2006 by nonblogs

Anggun muncul lagi. Kamis malam kemarin, bagi yang melihat Kick Andy, pasti melihat penampilan Anggun. Sosok perempuan berdarah Jawa bahkan kalau tidak salah masih keturunan dari Keraton, dan sekarang menjadi perempuan kosmopolitan [kalau boleh dibilang seperti itu].

Melihat Anggun sekarang, tiba-tiba teringat beberapa tahun lalu, saat muncul dengan topi baretnya disertai lengkingan suara yang teramat tinggi. Mungkin karena masih tergolong anak-anak pd masa itu, jadi suaranya bisa mencapai nada yang cukup tinggi. Yang juga tak terlupakan adalah — saya nggak tahu nyebutnya apa ya–entah jerawat atau semacam codet di pipinya. Dulu sering ditutupi dengan rambutnya yang lumayan panjang.

Saya sendiri dulu cukup ngefans sama dia. Maklum mungkin karena pada saat dia ngetop, umurnya hampir sama. Dan pada saat itu lagi suka-suka nya sama musik rock. Dan memang lagu-lagunya cukup enak didengar. Jadi ya klop lah. Tapi setelah itu dia menghilang.

Dan muncul lagi, sebagai warga negara Perancis, dengan lagu-lagu berbahasa Perancis pula. Apa itu suatu kemajuan? Dilihat dari sisi regional, jawabannya IYA. Karena apa yang dia lakukan sekarang sudah menembus batas regional yang sangat luas. Tidak tanggung-tanggung, wilayah Eropa dia tembus. Padahal tahu sendiri, Eropa itu terdiri dari berbagai macam negara, walaupun terkadang negaranya tidak lebih luas dari wilayah Jawa Barat. Tapi ya itulah, kalau namanya negara, ya nggak peduli luasnya seberapa, tetap aja negara.

Kembali ke Anggun. Tadi kalau dilihat dari sisi batas wilayah. Kalau dari sisi musikalitas, berhubung saya bukan seorang musisi, dan cuma sebagai konsumen musik, lagu-lagu Anggun yang sekarang ya…. Nggak enak didengar. Enaknya cuma didengar jalan ceritanya bisa menembus Eropa J . Mending dengerin lagunya yang dulu deh. Tua-Tua Keladi, Anak Putih Abu-Abu, Mimpi. Saya nggak tau kenapa, mungkin karena terbawa nostalgia masa lalu kali ya…

Hal yang membikin Anggun tak anggun lagi dimata saya yakni, sosok Anggun yang sekarang tidaklah berbeda dengan artis-artis dunia lainnya. Anda bingung? Tenang nggak usah bingung. Maksud saya begini. Haruskah untuk menjadi artis kaliber internasional, seseorang harus menanggalkan apa yang telah dia punyai sebelumnya?

Anggun yang dulu adalah seorang Indonesia, yang kemudian menjadi WNP [Warga Negara Perancis] dengan alasan untuk mempermudah perjalanannya melintas banyak negara, jadi nggak perlu antri buat minta VISA. Kalimat yang tak simpatik dia ungkapkan di acara Kick Andy, saat dia minta tolong Dubes Indonesia di Perancis untuk mempermudah mendapatkan VISA. Ternyata sang Dubes pun angkat tangan, karena aturannya memang begitu. Bahkan anak sang Dubes pun harus menjalani hal yang sama. Apa yang dikatakan Anggun?
“Memangnya dia ngapaiin? Dia paling belajar! Kalau saya kan kerja“

Untuk Anggun, Apakah status pelajar itu lebih rendah dari artis?

Anggun yang dulu adalah seorang muslimah. Walaupun saya tak tahu seberapa taat dia sebagai muslimah. Tapi yang jelas dia dulu seorang muslimah. Tapi kata Andy F Noya, dia sekolah di sekolah Katolik. Dan sekarang? Lagi belajar Budha! Buat saya, itu bukanlah pencarian. Tapi sekedar trend. Maklum dia kan tinggalnya disono. Tempat dimana, mungkin kalau mengaku sebagai muslim, akan banyak kerugiannya dari pada untungnya. Apalagi lingkungan pergaulannya, sekali lagi mungkin, jauh dari orang-orang muslim.

Tanggalnya dia sebagai muslimah, terlihat dari wajah sinisnya yang sering tampil saat bilang PORNOAKSI di acara Kick Andy semalam. Saya tidak tahu, berapa kali dia mengatakan PORNOAKSI sambil tersenyum sinis. Dia melakukan itu karena memang mendukung PORNOAKSI atau tidak, saya tidak tahu itu. Yang jelas, Video Klipnya “Savior“ OST film Transporter 2 dilarang ditayangkan di stasiun TV di Indonesia. Katanya sih karena dia terlalu seksi.

Langkah yang terayun seperti sekarang ini, mungkin tak akan terhenti, apalagi berbalik arah. Terlebih hanya karena tulisan ini. Memang siapa sih saya?. Tapi ya cuek aja. Ini kan Blog saya. Tempat saya bebas berpendapat. Mungkin kalau saya yang berpendapat di koran atau Metro TV, justru saya kali ya yang kena sensor…..

So, Keep on Blogging !

13 Tanggapan to “Anggun yang tak anggun lagi”

  1. Taufan,

    Gak sengaja nemuin blog anda, anda sih bebas untuk beropini tentang siapapun dan syah-sayh saja.

    Saya sangat kagumi anggun dari dulu sampai sekarang, dia tetap santun dan anda bisa bandingkan dengan artis2 Indonesia lainnya. Pola pikir orang terbentuk darimana mereka berada dan kehidupan apa yang mereka lalui, lagu2 anggun cukup baik, range vokalnya tetap tinggi, anda sepertinya kurang menyimak perkembangan dia dan rasa nasionalis dia diluar sana ya jadi sepertinya anda memandang sesuatu dari sudut yang kurang pas.

    Dia sangat mumpuni dan dari Kick Andy kita banyak belajar betapa banyak pejabat yang memang tidak baik dalam kinerja kerjanya sampai mengurus visa dan sebagainya lama minta ampun, saya pun mengalami sendiri, birokrasi panjang dan melelahkan dan suatu tradisi lama yang terus berlangsung.

    Pernyataan Anggun merupakan lontaran kekecewaan karena si Dubes membandingkan dengan anaknya yang seharusnya tdk ada perbandingan dikemukan pada saat melakukan tugas, tinggalkan atribut keluarga atau kroni2nya dan prioritaskan kerja! itu saja.

    Anggun tetaplah Anggun dan dia begitu Anggun dan kebanggaan pada dia lebih dari karena keberanian dia mengadu nasih di negeri orang dan dia bukan seperti kebanyakan kita yang banyak mengeritik tapi tidak berbuat apapun dan tanpa prestasi.

    Salam,

    Setyorini Diah

    diahsolo@yahoo.com

  2. Taufan,Gak sengaja nemuin blog anda, anda sih bebas untuk beropini tentang siapapun dan syah-sayh saja.Saya sangat kagumi anggun dari dulu sampai sekarang, dia tetap santun dan anda bisa bandingkan dengan artis2 Indonesia lainnya. Pola pikir orang terbentuk darimana mereka berada dan kehidupan apa yang mereka lalui, lagu2 anggun cukup baik, range vokalnya tetap tinggi, anda sepertinya kurang menyimak perkembangan dia dan rasa nasionalis dia diluar sana ya jadi sepertinya anda memandang sesuatu dari sudut yang kurang pas.Dia sangat mumpuni dan dari Kick Andy kita banyak belajar betapa banyak pejabat yang memang tidak baik dalam kinerja kerjanya sampai mengurus visa dan sebagainya lama minta ampun, saya pun mengalami sendiri, birokrasi panjang dan melelahkan dan suatu tradisi lama yang terus berlangsung.Pernyataan Anggun merupakan lontaran kekecewaan karena si Dubes membandingkan dengan anaknya yang seharusnya tdk ada perbandingan dikemukan pada saat melakukan tugas, tinggalkan atribut keluarga atau kroni2nya dan prioritaskan kerja! itu saja.Anggun tetaplah Anggun dan dia begitu Anggun dan kebanggaan pada dia lebih dari karena keberanian dia mengadu nasih di negeri orang dan dia bukan seperti kebanyakan kita yang banyak mengeritik tapi tidak berbuat apapun dan tanpa prestasi.Salam,Setyorini Diahdiahsolo@yahoo.com

  3. She is still the best Indonesian singer who has proven the real meaning of Go International.

    Her music is her life stories and her genre is about her life’s expressions, her attitudes are truly Indonesian, she never act like foreigner in her own life.

    Anggun is telling the truth about how bad is our embassy handling us outside. A student refers to the ambassador’s child and it was so silly for the ambassador to compare Anggun with his child, once you work then your family or your personal matters have to be left behind!

    Learn more about Anggun or other succesful Indonesians in other foreign countries by finding out their real achievements but not judging them by your pathetic point of view!

    Setyorini Diah
    diahsolo@yahoo.com

  4. She is still the best Indonesian singer who has proven the real meaning of Go International.Her music is her life stories and her genre is about her life’s expressions, her attitudes are truly Indonesian, she never act like foreigner in her own life.Anggun is telling the truth about how bad is our embassy handling us outside. A student refers to the ambassador’s child and it was so silly for the ambassador to compare Anggun with his child, once you work then your family or your personal matters have to be left behind!Learn more about Anggun or other succesful Indonesians in other foreign countries by finding out their real achievements but not judging them by your pathetic point of view!Setyorini Diahdiahsolo@yahoo.com

  5. She is still the best Indonesian singer who has proven the real meaning of Go International.

    Her music is her life stories and her genre is about her life’s expressions, her attitudes are truly Indonesian, she never act like foreigner in her own life.

    Anggun is telling the truth about how bad is our embassy handling us outside. A student refers to the ambassador’s child and it was so silly for the ambassador to compare Anggun with his child, once you work then your family or your personal matters have to be left behind!

    Learn more about Anggun or other succesful Indonesians in other foreign countries by finding out their real achievements but not judging them by your pathetic point of view!

    Setyorini Diah
    diahsolo@yahoo.com

  6. Taufan,

    Gak sengaja nemuin blog anda, anda sih bebas untuk beropini tentang siapapun dan syah-sayh saja.

    Saya sangat kagumi anggun dari dulu sampai sekarang, dia tetap santun dan anda bisa bandingkan dengan artis2 Indonesia lainnya. Pola pikir orang terbentuk darimana mereka berada dan kehidupan apa yang mereka lalui, lagu2 anggun cukup baik, range vokalnya tetap tinggi, anda sepertinya kurang menyimak perkembangan dia dan rasa nasionalis dia diluar sana ya jadi sepertinya anda memandang sesuatu dari sudut yang kurang pas.

    Dia sangat mumpuni dan dari Kick Andy kita banyak belajar betapa banyak pejabat yang memang tidak baik dalam kinerja kerjanya sampai mengurus visa dan sebagainya lama minta ampun, saya pun mengalami sendiri, birokrasi panjang dan melelahkan dan suatu tradisi lama yang terus berlangsung.

    Pernyataan Anggun merupakan lontaran kekecewaan karena si Dubes membandingkan dengan anaknya yang seharusnya tdk ada perbandingan dikemukan pada saat melakukan tugas, tinggalkan atribut keluarga atau kroni2nya dan prioritaskan kerja! itu saja.

    Anggun tetaplah Anggun dan dia begitu Anggun dan kebanggaan pada dia lebih dari karena keberanian dia mengadu nasih di negeri orang dan dia bukan seperti kebanyakan kita yang banyak mengeritik tapi tidak berbuat apapun dan tanpa prestasi.

    Salam,

    Setyorini Diah

    diahsolo@yahoo.com

  7. Thanks mbak diah, sudah kasih komen.
    Kalo mengenai teknik vokal, saya akui masih sangat bagus kualitas yang dimiliki Anggun. Tapi kalo masalah selera, saya rasa tiap pribadi punya rasa masing-masing.

    Hal yang membuat saya kecewa saat dia membandingkan dia dengan anak si Dubes yang seorang pelajar. Dia mengatakan Saya kan kerja mempromosikan bangsa. Sedangkan dia apa? Paling cuma belajar.

    Membandingkan seorang artis dengan seorang yang pelajar? Dimana sang artis menurut saya memang nggak perduli dengan pendidikan (maaf kalo saya keliru, kalo tidak salah Anggun sekolahnya pun tidak dilanjutkan. Saya tidak tahu sampai level mana). Saya tidak melihat pelajar itu anak dubes atau bukan. Tapi dia adalah seorang pelajar.

    Kalo masalah pelayanan imigrasi dan sebagainya, maaf saya belum tahu mendetail tentang hal itu.

    Thanks

  8. Thanks mbak diah, sudah kasih komen.Kalo mengenai teknik vokal, saya akui masih sangat bagus kualitas yang dimiliki Anggun. Tapi kalo masalah selera, saya rasa tiap pribadi punya rasa masing-masing.Hal yang membuat saya kecewa saat dia membandingkan dia dengan anak si Dubes yang seorang pelajar. Dia mengatakan Saya kan kerja mempromosikan bangsa. Sedangkan dia apa? Paling cuma belajar.Membandingkan seorang artis dengan seorang yang pelajar? Dimana sang artis menurut saya memang nggak perduli dengan pendidikan (maaf kalo saya keliru, kalo tidak salah Anggun sekolahnya pun tidak dilanjutkan. Saya tidak tahu sampai level mana). Saya tidak melihat pelajar itu anak dubes atau bukan. Tapi dia adalah seorang pelajar.Kalo masalah pelayanan imigrasi dan sebagainya, maaf saya belum tahu mendetail tentang hal itu.Thanks

  9. Thanks mbak diah, sudah kasih komen.
    Kalo mengenai teknik vokal, saya akui masih sangat bagus kualitas yang dimiliki Anggun. Tapi kalo masalah selera, saya rasa tiap pribadi punya rasa masing-masing.

    Hal yang membuat saya kecewa saat dia membandingkan dia dengan anak si Dubes yang seorang pelajar. Dia mengatakan Saya kan kerja mempromosikan bangsa. Sedangkan dia apa? Paling cuma belajar.

    Membandingkan seorang artis dengan seorang yang pelajar? Dimana sang artis menurut saya memang nggak perduli dengan pendidikan (maaf kalo saya keliru, kalo tidak salah Anggun sekolahnya pun tidak dilanjutkan. Saya tidak tahu sampai level mana). Saya tidak melihat pelajar itu anak dubes atau bukan. Tapi dia adalah seorang pelajar.

    Kalo masalah pelayanan imigrasi dan sebagainya, maaf saya belum tahu mendetail tentang hal itu.

    Thanks

  10. halo taufan dan diah, semua orang bisa memandang sesuatu dari kacamata yg berbeda.

    Kalo menurutku, Anggun gak bermaksud merendahkan profesi pelajar. Dilihat dr konteks pembicaraan secara keseluruhan, mungkin maksud Anggun adalah profesi penyanyi membutuhkan lebih banyak TRAVELLING drpd pelajar. Oleh karena itu, Anggun butuh bantuan kemudahan utk mengurus visa krn bbrp negara Eropa belum memiliki perjanjian diplomatik dgn Indonesia, shg agak lama ngurusnya. Sdgkan ANggun kan udah dijadwal ama perusahaan rekaman utk promosiin album atau manggung di beberapa negara.

    Dan soal melanjutkan pendidikan atau tidak, itu adalah suatu pilihan yg harus dihormati. Anggun dr kecil sudah yakin jalan hidupnya adalah menjadi penyanyi. Tidak seperti saya, yg sedang S2 malah masih belum tau mau menjadi apa. Dan pintar itu relatif. Dari jawaban2 Anggun di KickAndy, saya lihat dia sangat pintar dan humoris. Sedikit grogi krn ditonton oleh ibu dan adiknya, dan juga masih jetlag krn siangnya baru sampai ke Jakarta dr Prancis. Saya tau itu krn penggemar Anggun yg berduet lagu Mimpi dgn Anggun dalam acara KickAndy itu adalah teman saya.

    Kesejatian seorang muslim gak bisa dilihat dr pakaiannya ataupun cara berbicaranya. Lihat saja contoh Yahya Zaini yg mantan kepala bidang kerohanian Golkar itu…Dalam bbrp interview di Prancis, Anggun dgn bangga mengaku muslim dan justru membanggakan Indonesia yg walaupun negara muslim tp pernah dipimpin oleh seorang presiden perempuan. Dia membandingkannya dgn Prancis yg negara sekuler tp belum pernah dipimpin seorang perempuan.

    Anggun sinis membicarakan pornoaksi? Anggun tidak sendirian. Jangankan Anggun, saya yg tinggal di Indonesia aja tidak habis pikir, kemiskinan masih merajalela, korupsi masih mendarah daging, tp eksekutif kita malah mengurusi masalah pornoaksi dan pornografi? Tidak akan ada aksi kalau tidak ada permintaan. Lagi2, lihat saja Yahya Zaini mantan wakil rakyat kita yg katanya terhormat itu yg jangan2 dulu mendukung RUU APP.

    demikian komen saya…

  11. halo taufan dan diah, semua orang bisa memandang sesuatu dari kacamata yg berbeda. Kalo menurutku, Anggun gak bermaksud merendahkan profesi pelajar. Dilihat dr konteks pembicaraan secara keseluruhan, mungkin maksud Anggun adalah profesi penyanyi membutuhkan lebih banyak TRAVELLING drpd pelajar. Oleh karena itu, Anggun butuh bantuan kemudahan utk mengurus visa krn bbrp negara Eropa belum memiliki perjanjian diplomatik dgn Indonesia, shg agak lama ngurusnya. Sdgkan ANggun kan udah dijadwal ama perusahaan rekaman utk promosiin album atau manggung di beberapa negara. Dan soal melanjutkan pendidikan atau tidak, itu adalah suatu pilihan yg harus dihormati. Anggun dr kecil sudah yakin jalan hidupnya adalah menjadi penyanyi. Tidak seperti saya, yg sedang S2 malah masih belum tau mau menjadi apa. Dan pintar itu relatif. Dari jawaban2 Anggun di KickAndy, saya lihat dia sangat pintar dan humoris. Sedikit grogi krn ditonton oleh ibu dan adiknya, dan juga masih jetlag krn siangnya baru sampai ke Jakarta dr Prancis. Saya tau itu krn penggemar Anggun yg berduet lagu Mimpi dgn Anggun dalam acara KickAndy itu adalah teman saya. Kesejatian seorang muslim gak bisa dilihat dr pakaiannya ataupun cara berbicaranya. Lihat saja contoh Yahya Zaini yg mantan kepala bidang kerohanian Golkar itu…Dalam bbrp interview di Prancis, Anggun dgn bangga mengaku muslim dan justru membanggakan Indonesia yg walaupun negara muslim tp pernah dipimpin oleh seorang presiden perempuan. Dia membandingkannya dgn Prancis yg negara sekuler tp belum pernah dipimpin seorang perempuan.Anggun sinis membicarakan pornoaksi? Anggun tidak sendirian. Jangankan Anggun, saya yg tinggal di Indonesia aja tidak habis pikir, kemiskinan masih merajalela, korupsi masih mendarah daging, tp eksekutif kita malah mengurusi masalah pornoaksi dan pornografi? Tidak akan ada aksi kalau tidak ada permintaan. Lagi2, lihat saja Yahya Zaini mantan wakil rakyat kita yg katanya terhormat itu yg jangan2 dulu mendukung RUU APP.demikian komen saya…

  12. halo taufan dan diah, semua orang bisa memandang sesuatu dari kacamata yg berbeda.

    Kalo menurutku, Anggun gak bermaksud merendahkan profesi pelajar. Dilihat dr konteks pembicaraan secara keseluruhan, mungkin maksud Anggun adalah profesi penyanyi membutuhkan lebih banyak TRAVELLING drpd pelajar. Oleh karena itu, Anggun butuh bantuan kemudahan utk mengurus visa krn bbrp negara Eropa belum memiliki perjanjian diplomatik dgn Indonesia, shg agak lama ngurusnya. Sdgkan ANggun kan udah dijadwal ama perusahaan rekaman utk promosiin album atau manggung di beberapa negara.

    Dan soal melanjutkan pendidikan atau tidak, itu adalah suatu pilihan yg harus dihormati. Anggun dr kecil sudah yakin jalan hidupnya adalah menjadi penyanyi. Tidak seperti saya, yg sedang S2 malah masih belum tau mau menjadi apa. Dan pintar itu relatif. Dari jawaban2 Anggun di KickAndy, saya lihat dia sangat pintar dan humoris. Sedikit grogi krn ditonton oleh ibu dan adiknya, dan juga masih jetlag krn siangnya baru sampai ke Jakarta dr Prancis. Saya tau itu krn penggemar Anggun yg berduet lagu Mimpi dgn Anggun dalam acara KickAndy itu adalah teman saya.

    Kesejatian seorang muslim gak bisa dilihat dr pakaiannya ataupun cara berbicaranya. Lihat saja contoh Yahya Zaini yg mantan kepala bidang kerohanian Golkar itu…Dalam bbrp interview di Prancis, Anggun dgn bangga mengaku muslim dan justru membanggakan Indonesia yg walaupun negara muslim tp pernah dipimpin oleh seorang presiden perempuan. Dia membandingkannya dgn Prancis yg negara sekuler tp belum pernah dipimpin seorang perempuan.

    Anggun sinis membicarakan pornoaksi? Anggun tidak sendirian. Jangankan Anggun, saya yg tinggal di Indonesia aja tidak habis pikir, kemiskinan masih merajalela, korupsi masih mendarah daging, tp eksekutif kita malah mengurusi masalah pornoaksi dan pornografi? Tidak akan ada aksi kalau tidak ada permintaan. Lagi2, lihat saja Yahya Zaini mantan wakil rakyat kita yg katanya terhormat itu yg jangan2 dulu mendukung RUU APP.

    demikian komen saya…

  13. Waduh mas (apa mBak), koq hare gene masih di dalam “tempurung” seh….

    Setiap orang mempunyai selera musik berbeda, itu benar sekali tapi namanya kemampuan vokal tetap bisa dinilai meskipun jenis musiknya se-ekstrim apapun anehnya dan vokal anggun terdengar jauh lebih lebih baik dari yang dulu (yang sudah baik itu).

    Anggun tidak hanya seorang penyanyi tapi lebih ke pada seorang entertainer. Jadi dia cukup baik mengetahui trend pasar, issue global bahkan punya “misi” dalam berkesenian.

    Memperlihatkan wajah Indonesia dari sisi lain, sangat kental terlihat dari setiap wawancaranya di beberapa TV international. Jadi orang orang diluar sana tidak selalu berprasangka jelek ke Indonesia tentang issue penting seperti Islam, wanita, kebebasan berekspresi dll.

    Pornoaksi? Saya seorang wanita biasa yang bukan artis dan tidak punya kepentingan apapun dari bisnis terorganisasi yang mengekspolitasi wanita tapi saya juga tidak mendukung RUU ini karena buat saya, masih banyak hal lain yang yang lebih penting utk diurus negara tercinta ini dan menurut saya setiap wanita memiliki kebebasan sama besar dengan laki laki dalam menentukan pilihannya (dalam berpikir, berbicara & berbuat seperti ; berbusana). Jika tdk suka melihat wanita, film, majalah atau segala hal yang dikonotasikan porno ya tdk usah dilihat, gampang khan. Jika takut hal ini akan mempengaruhi generasi muda, hey…. anak anak muda ini juga akan tua seperti kita koq nantinya……mereka punya otak & hati juga lho.

    Mempelajari ajaran Budha? Saya seorang muslim yang Alhamdulillah selalu berusaha menjalani ajaran Islam yang saya imani sesuai Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah tapi saya tetap belajar agama lain bahkan saya sering menjalankan ajaran agama lain jika otak & hati saya menyatakan itu benar & baik. 10 ajaran Budha seperti berbicara yang baik, melihat yang baik, mendengar yang baik dll itu sesuai koq dengan ajaran Islam kenapa tidak diamalkan?

    Saya juga sudah melihat Klip Anggun yang dicekal, buat saya itu hanya menunjukan betapa negara ini tidak siap mendewasakan warga negaranya. Keindahan sangat jauh dengan porno, Anggun sangat cantik di klip itu, sama sekali tidak terlihat murah, dan sisi kewanitaanya yang di perlihatkan hanya membuat saya bangga & berfikir bagaimana beratnya perjuangan anak seorang penulis buku yang sederhana (Alm. Darto Singo) itu menjadi penyanyi di negeri asing, Perancis dan akhirnya di kancah internasional tapi dia tetap bangga menunjukan ke-Indonesiaannya.

    Pemilihan kewarga negaraan, adalah hak asasi. Meskipun Anggun bukan WNI lagi toh dia sudah banyak memberi kepada negara ini dibanding sebagian besar (WNI) yang belum pernah memberi sesuatu apalagi mengharumkan negara tercinta ini.

    Pelajar sejati adalah pelajar yang mampu “membaca” alam bukan hanya literatur literatur yang kadang kadang sangat membosankan, jika anda mengkotak kotakan pelajar dengan non-pelajar. Anggun termasuk pelajar yang sukses karena dia terus belajar hingga bisa mencapai apa yang dia miliki saat ini meskipun hanya lulus SMA dan pendidikan itu tidak hanya pendidikan formal, dia sudah mendapat pendidikan musik langsung dari lapangan dan terbukti baik dari hasilnya. Saya yakin anda bisa membedakan antara akademisi dan praktisi.

    Anyway, saya sangat mengormati perbedaan pendapat dan hak dari pemilik blog ini, saya hanya ingin anda melihat Anggun dari sisi lain yang mungkin belum anda lihat.

    No hard feeling, peace…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: