Articles

Terlanjur Enak [1]

In Living on Juli 22, 2006 by nonblogs

Comfort Zone. Saya tidak tahu apa padanan katanya di bahasa Indonesia. Kedua kata itu sering saya dengar dan sering saya jadikan topik diskusi yang menarik dengan seorang sahabat di Bali.

Menurutnya dia sudah meninggalkan apa yang disebut Comfort Zone tadi. Ceritanya begini. Beberapa tahun yang lalu di awal perkawinannya, dia pernah bekerja part time untuk sebuah perusahaan multi nasional yang berkedudukan di Jakarta. Dia sendiri tetap berada di Bali.

Dengan bekerja paruh waktu tersebut dia mendapatkan penhasilan yang cukup lumayan. Dibilang cukup karena dia hitung berdasarkan hari kerja dibanding dengan gaji yang diterima. Kerja 10 hari tapi dibayar 26 hari kerja untuk ukuran daerah.

Sekitar 2 tahun yang lalu, secara tiba-tiba dia mengundurkan diri. Alasannya, tidak cocok dengan supervisor. Padahal waktu itu dia sedang membutuhkan biaya yang cukup besar untuk membayar kuliah S2 nya.

Tapi dengan tekad yang bulat akhirnya secara perlahan dia berhasil mengatasi berbagai kesulitan keuangan. Itulah yang dia sering katakan pada saya bahwa dia telah meninggalkan zona kenyamanan tadi.

Bagaimana tidak enak, kerja ringan gaji cukup. Waktu masih tersisa banyak.

Pertanyaanya, haruskah kita meninggalkan area yang terlanjur enak dinikmati tadi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: