Articles

Larangan Sepeda Motor Lewat Jalan Protokol; Mempersulit Hidup Orang Pas-Pas an

In Opini on Januari 12, 2007 by nonblogs

Kata orang kalau kita berada di tengah, cenderungnya aman. Nggak terlalu ekstrem, entah di ke atas atau ke bawah. Tapi, hal itu tidak berlaku buat orang yang pas-pasan hidup di Jakarta.

Orang-orang kelas menengah bawah di Jakarta, tahun-tahun terakhir ini semakin menyadari bahwa naik sepeda motor adalah jawaban yang pas atas kemacetan yang terjadi tak kenal waktu di Jakarta. Nggak perduli orang tinggal di tengah Jakarta atau pinggiran Jakarta, mulai beralih ke sepeda motor sebagai alat transportasi utama. Ngirit baik waktu maupun biaya.

Eh, ternyata kegembiraan ini tidak menyenangkan buat seorang yang Keras Kepala. Dia akan melarang sepeda motor melewati jalan Sudirman dan Thamrin. Dengan alasan membikin macet dan semrawut.

Saya nggak tahu, dia itu mbodhoni atau memang benar-benar bodho. Satu sepeda motor dengan satu atau dua orang penumpang, hanya akan memakan jalan sekitar 1.5 meter an. Nah, sekarang bandingkan dengan satu orang yang naik mobil, sudah makan berapa meter tuh????

Jika ada orang yang bekerja di Thamrin, dan setiap hari dia menggunakan sepeda motor karena pertimbangan waktu dan biaya. Kebetulan gedung tempat dimana dia bekerja, akses satu-satunya adalah lewat Jalan Thamrin. Lha terus dikon lewat endi?? Disuruh naik angkutan umum? Yang bener saja, dari rumah sampai kantor kalau naik angkot, bisa 8000 – 10.000 rupiah sekali jalan. Kalau PP bearti sekitar 16.000 – 20.000 setiap hari. Jika naik sepeda motor dengan uang segitu baru akan habis sekitar 2-3 hari. Yang bener saja to Pakdhe …

Atau orang itu nggak boleh kerja di daerah Sudirman Thamrin? Lha kalau nggak boleh, kapan bisa kaya kalau orang miskin nggak boleh kerja di daerah itu. Katanya daerah situ gajinya lebih dari pada daerah lain. Yang miskin tetap miskin, yang kaya tambah kaya.

Meh lengser mbok wis ora usah kakean reko to Pakdhe ………

9 Tanggapan to “Larangan Sepeda Motor Lewat Jalan Protokol; Mempersulit Hidup Orang Pas-Pas an”

  1. saya naik motor ke kantor, 15 rebu untuk 5 hari kang. kalo naik busway 3500x 2 PPx 5= 35 ribu kang . ijik luwih irit montor kang. hihihi..

    *timpukin pakde*

    lam kenal kang…

  2. saya naik motor ke kantor, 15 rebu untuk 5 hari kang. kalo naik busway 3500x 2 PPx 5= 35 ribu kang . ijik luwih irit montor kang. hihihi..

    *timpukin pakde*

    lam kenal kang…

  3. saya naik motor ke kantor, 15 rebu untuk 5 hari kang. kalo naik busway 3500x 2 PPx 5= 35 ribu kang . ijik luwih irit montor kang. hihihi..

    *timpukin pakde*

    lam kenal kang…

  4. di jakrta yg gak dilarang ki apa tho mas? becak dilarang, motor di larang, mbok mobil dilarang sekalian, biar gak makin berpolusi. lagian kan keren kl kmn2 pk sepeda

  5. di jakrta yg gak dilarang ki apa tho mas? becak dilarang, motor di larang, mbok mobil dilarang sekalian, biar gak makin berpolusi. lagian kan keren kl kmn2 pk sepeda

  6. di jakrta yg gak dilarang ki apa tho mas? becak dilarang, motor di larang, mbok mobil dilarang sekalian, biar gak makin berpolusi. lagian kan keren kl kmn2 pk sepeda

  7. kalau gitu enakan tinggal di bandung aja ya?😀

  8. kalau gitu enakan tinggal di bandung aja ya?😀

  9. kalau gitu enakan tinggal di bandung aja ya?😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: