Articles

Kontan, Dari Tabloid ke Harian

In Media on Maret 17, 2007 by nonblogs

Jika kita sebut Kontan, pasti pikiran kita langsung tertuju ke Tabloid Kontan. Pertama terbit kalau tidak salah di awal tahun 90an, dan menurut saya merupakan tabloid pertama di Indonesia yang khusus membahas ekonomi. Media khusus ekonomi mungkin banyak, tapi dalam bentuk tabloid, saya rasa Kontan lah pelopornya.

Bisa disebut bahwa Tabloid Kontan dilahirkan oleh Harian Kompas. Meskipun tidak secara langsung, kebetulan karena kedua media tersebut dibawah KKG. Saya sebut tidak langsung karena berbeda dengan Tabloid Bola, yang awalnya merupakan sisipan olah raga di Harian Kompas setiap hari Jum’at. Yang kemudian terbit mandiri.

Dan sekarang, tepatnya sejak 26 Februari 2007, Tabloid Kontan ini melahirkan media yang berbasis harian dengan nama yang tidak berubah. Tampilan sekilas hampir sama dengan saudara kandungnya, Kompas, terutama warna biru pada tulisan Kontan.

Menurut saya, masuknya Tabloid Kontan ke Harian, karena melihat besarnya pasar koran ekonomi yang selama ini dinikmati sendirian, kalau boleh dibilang begitu, oleh Bisnis Indonesia. Hampir di setiap kantor atau institusi yang ada di Indonesia, khususnya Jakarta, berlangganan 2 harian yakni Kompas dan Bisnis Indonesia.

Kontan mengusung tagline Bersahabat dan Akurat. Semua orang paham, mendengar kata ekonomi, dahi orang pasti berkerut. Nah, oleh Kontan dicoba dibawakan dengan bahasa yang lebih bersahabat, atau nge-pop, user friendly. Sama seperti bahasa yang dipakai induknya, Tabloid Kontan.

Yang lucu adalah, anda tidak akan menemukan tagline Bersahabat dan Akurat di bawah tulisan Kontan di halaman muka. Anda akan menemukannya di formulir berlangganan harian ini. Sedangkan di bawah tulisan Kontan pada halaman muka, tercantum alamat website Kontan, www.kontan-online.com , yang kalau anda masuk ke situ, dijamin tidak ada informasi mengenai harian kontan ini secuil pun. Isi dari website itu sendiri, hanya edisi online dari Tabloid Kontan.

Saya coba beli beberapa edisi (termasuk edisi hari pertama), ada beberapa tulisan yang dapat dijadikan referensi bagi mereka yang kurang paham dengan beberapa istilah yang sering di pakai di dunia ekonomi, misal belajar tentang reksadana, ORI (Obligasi Ritel Indonesia), atau Inflasi. Dan biasanya disajikan secara serial.

Yang saya lihat perbedaan sangat mencolok dengan Bisnis Indonesia, tidak adanya halaman yang khusus memuat berita tentang Tekhnologi Informasi, atau Perdagangan Ritel. Dimana kalau di Bisnis Indonesia dimuat di halaman khusus. Sedangkan kalau di Kontan, sepertinya di campur dengan berita bisnis yang lain. Dan di Kontan terdapat halaman khusus Sport, yang justru tidak kita temui di Bisnis Indonesia.

Dari sisi harga, kalau eceran Rp. 3.500. Sepertinya tidak ada perbedaan antara Pulau Jawa dan Luar Jawa.. Kalau berlangganan khusus saja Rp. 70.000, sedangkan kalau bundling (Harian + Mingguan + Edisi Khusus) harganya Rp. 95. 000.

Pengen beli dengan harga murah? Kalau pengalaman saya sih, kalau beli pas baru sampai kantor kena harga Rp. 3.500. Kalau beli sekitar jam 10an dapat sekitar Rp. 3.000. Begitu masuk jam 12, bisa Rp. 2.000.

Bisa juga Rp. 1.000 kalau sudah sore buat teman naik bis, dengan catatan kalau masih ada …..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: