Articles

Satu Jam Sehari Cukupkah?

In Link, Personal on Oktober 28, 2007 by nonblogs

Berapa jam dalam sehari anda bertemu anak? Satu? Dua? Cukupkah?

Sulit untuk mengatakan satu atau dua jam sehari itu cukup buat anak. Yang mengatakan cukup bisa berkilah bahwa yang penting itu kualitas bukan kuantitas. Sedangkan buat yang kontra akan mengatakan, bahwa kuantitas juga penting, karena kita sebagai orang tua perlu juga berperan sebagai “satpam” untuk memastikan bahwa anak kita berada di rel yang tepat. Dan itu perlu waktu.

Pengalaman pribadi saya sendiri, kalau dirata-rata, mungkin sekitar 1-2 sehari (Senin-Jum’at). Pagi saat waktu berangkat, anak saya (3 tahun), masih terlelap. Dan saat tiba kembali dirumah, sekitar pukul 8 malam, dia belum tidur. Dan memang sengaja belum tidur, karena memang dia nunggu saya datang.

Setelah mandi, sholat Isya, makan, barulah waktu yang full buat si kecil. Jangan sekali-sekali deh ngerjain yang lain. Dia pasti nagih. Kita tidur-tiduran pun, dia bilang, “Ayah jangan bobo, liatin dede’ main”. Nah lho..

Sampai kira-kira jam 10an lah, habis itu dia minta tidur, kita dipegangin terus. Harus ada didalam pandangan matanya.

Itu dihari biasa. Kalau weekend, wah nggak mau rugi dia. Kalau bisa melek terus.

Mulai dari bangun pagi, sampai malam harus sama dia melulu. Mandiin, nyuapin, ngajak jalan-jalan keliling komplek. Tidur siang? Nah ini, selama orang tuanya ada dirumah, susah banget disuruh tidur siang. Mungkin itu tadi, nggak mau rugi! Mumpung ada dirumah.

Di rumah memang ada pembantu, cuma itulah yang membuat saya heran. Walaupun kami (saya dan istri) kerja seharian, dan dirumah cuma pembantu sama anak, hubungan keduanya tidak terlalu dekat. Biasa-biasa saja.

Jadi kalau kami berdua sudah dirumah, sudahlah… mbaknya dicuekin

Kata orang sih hal itu yang benar. Jangan sampai anak kita menjadi anak pembantu. Apalagi pembantu sampai dipanggil ibu/mama sama anak kita.

Cuma masalahnya, kita harus punya energi yang berlebih. Kita pulang membawa sisa tenaga. Dan dirumah masih harus diajak bercengkerama sama bocah. Ya kalau nggak minta macam-macam. Padahal seringkali si kecil minta macam-macam kan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: