Articles

HP; Untuk Pribadi atau Kantor?

In Opini, Personal, Working on November 26, 2007 by nonblogs

Beberapa minggu terakhir ini, saya suka tanya ke beberapa teman kantor, tetangga. Kira-kira mereka bersedia nggak kalau ada client yang tanya, No Hape nya Pak Anu berapa ya?

Teman kantor ada yang menarik garis tegas, bahwa kalau mau telpon urusan kantor ya telpon ke kantor aja. Maaf HP untuk urusan pribadi saja. Tapi ada juga yang mau terima asal masih jam kantor.

Kalau tetangga saya, malah lebih tegas lagi. Begitu kaki melangkah ke luar kantor, siapapun yang telpon urusan kerjaan, No Way! Kagak bakalan diangkat. Kecuali sms dulu, urusanya mau apaan.

Saya sendiri sampai saat ini masih mau terima telpon ke hape untuk urusan kerjaan. Tapi kok akhir-akhir ini kecenderungannya kok malah meningkat ya..Mau nggak diangkat bagaimana, kalau diangkat ngrepotin. Serba salah memang. Terlebih kalau yang telpon sudah akrab walaupun itu klien.

Makanya, akhir-akhir ini saya sering mengaktifkan fungsi Privacy Manager di phonebook HP saya, BenQ Siemens E 61. Kira-kira fungsinya seperti ini, kita bikin daftar nomor telpon yang akan kita reject. Misalnya, no hape bos, no kantor (masukin semuanya aja, kan biasanya ada banyak tuh), no klien ini, no klien itu. Nah kalau sudah, misal kita lagi nggak pengen terima telpon dari mereka, ya aktifin aja fungsi penolak nomor tadi. Dan kita masih bisa mantau siapa aja yang mencoba telpon. Ngliatnya di menu miscalled. Atau sebaliknya, kita bikin list nomor-nomor siapa saja yang bisa menghubungi kita. Selain no itu ditolak.

Fungsi semacam ini, kalau nggak salah ada juga di Sony Ericsson. Tapi jangan harap ada di Nokia. Saya pernah pakai Nokia, saya cari-cari fungsi yang mirip kok nggak ketemu. Dan tanya kiri kanan untuk model-model HP Nokia yang ada fungsi semacam itu, tetap saja nggak ada yang tahu. Makanya saya agak malas kalau pake Nokia. Karena nggak ada fungsi semacam itu.

Bisa saja sih, HP dimatikan. Tapi kan kita cuma punya satu nomor, masak harus beli nomor atau beli hp + no lagi sih, gara-gara itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: