Articles

Laskar Pelangi, Apa Bagusnya?

In Uncategorized on Februari 27, 2008 by nonblogs

Sampai sekarang saya masih bingung, apa ya yang menjadikan Laskar Pelangi The series sampai ngetop dan laku, bahkan dibikin film.

Pada awalnya saya tidak ada keinginan untuk beli buku itu. Tapi melihat antusias pembeli yang tinggi di Indonesia Book Fair 2007 tempo hari, tergoda juga untuk mencoba.

Dan saya juga berjuang untuk membaca sampai selesai. Walaupun sampai setengahnya masih juga menemukan istimewanya buku ini. Tapi, saya masih penasaran untuk menyelesaikan sampai selesai.

Akhirnya memang selesai sampai akhir, dan pertanyaannya pun masih sama seperti sejak awal. Meskipun banyak puja puji tentang buku ini, sampai dibikin film, bahkan sampai ada yang membandingkan dengan Ayat-Ayat Cinta.

Ternyata saya tidak sendirian, seorang teman, yang ternyata dia lebih mengenal penulis Laskar Pelangi jauh sebelum ngetop (bahkan sempat memperlihatkan foto sebuah desa di Inggris, yang kemudian saya tahu bahwa desa itu namanya Edensor dan gereja yang ada disitu dijadikan Cover buku dengan judul yang sama), tanya ke saya tentang apa keistimewaan buku ini. Dia belum baca, dan tidak tertarik untuk baca.

Ada yang bisa memberi pencerahan?

3 Tanggapan to “Laskar Pelangi, Apa Bagusnya?”

  1. Pelangi itu ….

    Sekilas buku itu memang tidak ada yang istimewa. Pada awal saya membaca, saya juga punya persepsi bahwa karya ini kayaknya biasa-biasa aja. Ia hanya cerita tentang sebagian perjalanan penulis, yang memulai dari sebuah desa di pelosok Nusantara yang dilimpahi dengan sumber daya alam timah, yaitu Bangka. Bahasa ataupun ungkapan yang digunakan juga tidak seindah bahasanya Khairil Anwar atau Iwan Simatupang. Bahasanya lugas dan mengalir.

    Memang jauh misalnya, karya ini dibandingkan dengan Merahnya Merah Iwan Simatupang, atau Khutbah Diatas Bukitnya Kuntowijoyo. Namun, Laskar Pelangi menang pada sisi entertainment. Ia menjadi heboh setelah ditayangkan pada Kick Andy.

    Tapi, setelah saya membaca, memang ada beberapa hal yang menurut kami memberi nuansa yang berbeda. Entah ini keistimewaan karya itu atau tidak, yang jelas menurut saya, ada beberapa hal yang menjadikan karya ini layak mendapat apresiasi.

    1. Karya ini mengambil setting sosial yang tepat, sebuah fenomena kemiskinan yg justru terjadi di daerah yang melimpah; dan yang menikmati kelimpahan tersebut adalah para pendatang (asing).
    2. Pesan moral yang tersirat adalah, pendidikan tidak seharusya dibebani dengan orientasi gengsi dan materi lain, sebagaimana yang banyak menggejala di masyarakat sekarang.
    3. Bentuk pergulatan di antara tokoh dalam karya itu lebih dominan merupakan pergulatan EKSISTENSIAL. Penulis justru tidak menonjolkan misalnya, pergulatan Bapaknya Lintang yang miskin kemudian bekerja keras membanting tulang untuk menghidupi keluarganya. Atau kehidupan ekonomi bu Mus (gurunya). Penulis hanya mengulas sedikit akan hal itu sebagai latar saja, bukan sebuah mainstream. Penulis justru menonjolkan pergulatan para tokohnya untuk menyadari kondisinya masing-masing dan dengan reasoning, maupun konsekuensinya masing-masing pula. Penulis misalnya menonjolkan kesabaran bu Mus, petulangan batin cewek Tomboy, kesabaran para orang tua, dan lain-lain.
    4. Karya ini juga diperkaya dengan berbagai perbendaharaan kata yang cukup luas.

    Mungkin masih ada beberapa hal lain lagi. Tapi karya ini memang lebih sebagai karya hikmah. Menurut saya, ia bukan karya sastra murni.

    Tidak istimewanya karya ini, justru inilah keistimewaannya.

  2. Mas Taufan,
    IMHO, menurut saya, buku “Laskar Pelangi” alur ceritanya sih biasa saja. Tetapi misi atau pesan yang terkandung di buku itu cukup bagus. Mengenai sistem pendidikan dan pentingnya pendidikan untuk kehidupan.

    That’s all,
    Salam

  3. Mas Taufan,IMHO, menurut saya, buku “Laskar Pelangi” alur ceritanya sih biasa saja. Tetapi misi atau pesan yang terkandung di buku itu cukup bagus. Mengenai sistem pendidikan dan pentingnya pendidikan untuk kehidupan.That’s all,Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: