Articles

Kenapa Harus Liga Primer Indonesia

In Football on September 26, 2010 by nonblogs

Gonjang ganjing Liga Primer Indonesia sudah digulirkan oleh Arifin Panigoro, owner Medco Group. Dan sudah diduga, timbul pro kontra mengenai LPI ini. Pihak yang pro, adalah pihak-pihak yang selama ini sudah gerah dengan sepak terjang kompetisi yang diputar oleh PSSI. Sedangkan pihak yang kontra adalah PSSI dengan Nurdin Halid sebagai Rajanya, beserta antek-anteknya yang tersebar dan terstruktur hingga daerah-daerah.

Saya sendiri berpendapat, LPI lebih ideal dibanding LSI. Kenapa? Salah satu faktor paling krusial adalah tidak digunakannya Dana APBD . Peserta akan diberi subsidi sebesar 20 milyar rupiah yang diambilkan dari berbagai sumber. Memang banyak yang mempertanyakan dari mana sumber dana itu. Yg mempertanyakan bisa jadi tdk menyadari bahwa di sepakbola nasional itu berputar uang yang maha dahsyat, tetapi sayang pengelolaannya SANGAT TIDAK JELAS.. Dan yang pasti uang tersebut tidak diambilkan dari APBD.

Sudah menjadi rahasia umum, penggunaan APBD untuk sepak bola sangat rawan untuk dikorupsi. Dimulai dari saat persetujuan dari anggota DPRD, ini titik rawan pertama. Kemudian setelah persetujuan tersebut didapat dan dananya sdh turun, jumlah APBD yang turun belum tentu 100% seperti yg disetujui karena banyak potongan sana sini alias bancakan dana APBD, ini titik rawan kedua.

Titik rawan berikutnya adalah saat dana tersebut sdh sampai di tangan pengelola. Bahwa pengelola yang tidak profesional adalah penyebabnya. Banyak pengelola korup yang berkeliaran di klub-klub peserta kompetisi PSSI. Karena para pengurus klub tersebut memang sejatinya adalah bukan orang sepak bola, bisa berlatar belakang pengusaha, anak pejabat, anggota parpol, dsb. Mereka diminta untuk mengelola klub, imbalannya? Nah ini masalahnya, karena tidak ada makan siang gratis. Mereka bisa mengkorup dari APBD, atau mendapatkan proyek pemerintah karena mereka sudah capek-capek mengelola dan mengeluarkan dana.

Titik rawan selanjutnya, suap kepada wasit, pengurus PSSI. Sudah jadi rahasia umum, juara kompetisi sudah ditentukan sebelum kompetisi digelar. Siapa yang mengatur? Ya, siapa lagi kalau bukan pengelola kompetisi itu sendiri. Itulah kenapa, seorang NH ngotot untuk tetap sebagai Raja di Kerajaan PSSI meski sudah di dalam penjara.

Jadi ada segudang alasan untuk menolak Liga Super (Sinetron) Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: